Arsip

Archive for the ‘Hospitality Business’ Category

Implikasi Pariwisata Terhadap Perkembangan Bahasa Dan Kebudayaan Indonesia

Januari 2, 2010 1 komentar

IMPLIKASI PARIWISATA TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA DAN KEBUDAYAAN INDONESIA

Latar Belakang

Pariwisata merupakan salah satu sektor pembangunan yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah. Hal ini disebabkan pariwisata mempunyai peran yang sangat penting dalam pembangunan Indonesia khususnya sebagai penghasil devisa negara di samping sektor migas.
Tujuan pengembangan pariwisata di Indonesia terlihat dengan jelas dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1969, khususnya Bab II Pasal 3, yang menyebutkan “Usaha-usaha pengembangan pariwisata di Indonesia bersifat suatu pengembangan “industri pariwisata” dan merupakan bagian dari usaha pengembangan dan pembangunan serta kesejahtraan masyarakat dan Negara” (Yoeti, 1996: 151).

Berdasarkan Instruksi Presiden tersebut, dikatakan bahwa tujuan pengembangan pariwisata di Indonesia adalah:

  1. Meningkatkan pendapatan devisa pada khususnya dan pendapatan negara dan masyarakat pada umumnya, perluasan kesempatan serta lapangan kerja, dan mendorong kegiatan-kegiatan industri penunjang dan industri-industri sampingan lainnya.
  2. Memperkenalkan dan mendayagunakan keindahan alam dan kebudayaan Indonesia.
  3. Meningkatkan persaudaraan/persahabatan nasional dan internasional.

Dalam tujuan di atas, jelas terlihat bahwa industri pariwisata dikembangkan di Indonesia dalam rangka mendatangkan dan meningkatkan devisa negara (state revenue). Dengan kata lain, segala usaha yang berhubungan dengan kepariwisataan merupakan usaha yang bersifat komersial dengan tujuan utama mendatangkan devisa negara.

Di samping itu, pengembangan kepariwisataan juga bertujuan untuk memperkenalkan dan mendayagunakan keindahan alam dan kebudayaan Indonesia. Ini berarti, pengembangan pariwisata di Indonesia tidak telepas dari potensi yang dimiliki oleh Indonesia untuk mendukung pariwisata tersebut. Indonesia memiliki keragaman budaya yang sangat menarik. Keragaman budaya ini dilatari oleh adanya agama, adat istiadat yang unik, dan kesenian yang dimiliki oleh setiap suku yang ada di Indonesia. Di samping itu, alamnya yang indah akan memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik itu alam pegunungan (pedesaan), alam bawah laut, maupun pantai.

Kebudayaan Indonesia agar bisa dinikmati sebagai daya tarik bagi wisatawan memerlukan sarana pengungkap. Artinya, agar orang lain memahami kebudayaan Indonesia diperlukan suatu alat pengungkap yang mampu mendeskripsikan kebudayaan itu secara utuh. Alat pengungkap kebudayaan itu tiada lain bahasa, yang dalam hal ini adalah bahasa Indonesia.
Kebudayaan dalam arti luas sebagai hasil cipta karsa dan karya manusia tentu akan terus berkembang seiring dengan perkembangan peradaban manusia dan perkembangan zaman. Oleh karena itu, pesatnya perkembangan pariwisata di Indonesia juga membawa implikasi terhadap perkembangan kebudayaan Indonesia termasuk perkembangan bahasa Indonesia sebagai sarana pengungkap kebudayaan Indonesia.

download full version Tugas SPR – Paper

Career in Hospitality Industry

Career in Hospitality Industry
by : Dama Adhyatma


Industri hospitaliti merupakan sebuah industri yang abstak dan tidak bisa didefinisikan secara mutlak. Semua hal yang menghasilkan produk berupa keramah-tamahan merupakan bagian dari industri hospitaliti, misalnya hotel, restaurant, airlines, kapal pesiar dan masih banyak lagi. Industri hospitaliti merupakan industri yang berkembang dengan pesat di berbagai negara di dunia.

Menurut World Travel dan Tourism Council,  pekerjaan travel dan tourism, termasuk industri hospitaliti, merupakan 8 persen dari seluruh pekerjaan yang ada di dunia dan berpotensi yang paling tinggi untuk berkembang dibandingkan dengan industri lainnya.  Menurut laporan, setiap tahunnya terdapat 840 juta lebih wisatawan yang berpergian atau berwisata. Ekonomi, sosial, dan lingkungan sangat menunjang untuk menciptakan pekerjaan yang tetap dan kehidupan yang berkualitas.

Karena industri hospitaliti sangatlah luas, kesempatan karier di industri hospitaliti sangatlah banyak, meliputi :

  1. Hotel dan resorts
  2. Restaurant dan commercial food service
  3. Perencanaan meeting dan event
  4. Tourism destinations dan Attractions
  5. Leisure, tempat wisata dan manajemen olah raga (sports management)
  6. Perusahaan penerbangan (airlines), kapal pesiar (cruiselines), dan transportasi lainnya
  7. Environmentally sustainable dan cultural tourism development
  8. Spa and wellness management
  9. Gaming, casinos dan clubs

Contoh karier yang paling sering kita temui di industri hospitaliti misalnya housekeeping. Industri hospitaliti tidak lagi memerlukan seseorang yang hanya bisa membersihkan tempat tidur dan toilet saja. Sebagai staff housekepping (housekeeper) dibutuhkan keterampilan yang baik dan ditunjang dengan bahasa Inggris yang lancar. Seorang housekeeper kini harus bisa melakukan berbagai tugas. Disamping membersihkan kamar/ruangan, mereka juga harus bisa membersihkan kebun, mengerjakan laundry, bahkan berhubungan langsung dengan para tamu. Saat ini, sudah banyak housekeeper yang memiliki pengalaman, ketrampilan, dan pengetahuan untuk menjalankan divisi kamar dengan baik. Housekeeping terdapat di hampir semua sektor industri hospitaliti. Karena itu, kesempatan kerja bagi seorang housekeeper sangatlah besar. Oleh sebab itu, diperlukan ketrampilan, pengetahuan, dan menguasai bahasa inggris agar dapat bersaing dan menjadi seorang housekeeper yang berwawasan global.

Contoh lain yang sering kita temui dan terdapat di hampir semua industri hospitaliti adalah kitchen stewarding atau pembantu dapur. Tugas mereka yang bekerja sebagai kitchen steward adalah membersihkan piring dan perlengkapan lainnya, mengontrol inventaris, memelihara kehigenisan dan kualitas dapur, dan lain sebagainya. Tidak banyak keterampilan yang harus dimiliki seorang steward, hanya saja seorang steward wajib memiliki sikap/attitude yang baik sehingga dapat melakukan tugasnya dengan baik

Sebagai industry yang luas, dinamis, dan berkembang, industri hospitaliti menyediakan kesempatan karier yang begitu besar kepada seseorang yang senang bekerja dengan orang lain. Industri hospitaliti berkembang di lingkungan yang persaingannya tinggi. Untuk itu, mereka yang ingin bekerja di industri hospitaliti penting untuk memiliki fondasi bisnis yang kuat dan kemampuan menservis pelanggan. Di industri hospitaliti, diperlukan seseorang yang dapat megetahui kebutuhan pelanggan dan menyediakan service yang diinginkan pelanggan.Yang tak kalah pentingnya adalah attitude atau sikap seseorang yang menentukan kesuksesannya di industri tersebut.

Cool Trend in Hospitality Industry

Trend in Hospitality Industry
translated by: Dama A

Industri hospitality telah mengalami perubahan yang sangat besar. Beberapa perubahan yang telah terjadi disebabkan oleh kemajuan teknologi, misalnya sift dari akses mainframe via dumb terminals dan green screen, hingga emphasis on above property application leveraging data dari satu sumber. Perubahan lainnya, yaitu peningkatan penggunaan internet. Dan tentu saja, kegiatan ekonomi dan geopolitik juga telah mempengaruhi industri hospitality.

Selanjutnya, semua teknologi dan proses peningkatan bisnis telah menyebabkan pengaruh yang amat besar dalam mengubah industri ini-real time access to inventory, transparansi across multiple channels, campaigns targeted with laser precision at niche segments, penukaran informasi operasional dan kunci prestasi – semua hal tersebut telah menyebabkan pengaruh yang amat sangat besar pada industri hospitality.

Tentu saja, perubahan tejadi terus menerus dan akan terjadi di masa yang akan datang. Artikel ini akan memeriksa dan membahas 10 tren yang diharapkan dapat mengubah industri hospitality di tahun 2005 dan di tahun-tahun mendatang.

Say “No” To Commoditization (Katakan tidak pada komoditisasi)

    Melihat kerabatnya pada peruahaan penerbangan, pengusaha hotel akan melakukan semua hal semampunya untuk menghindari komuditisasi. Mencakup dan mengembangkan perbedaan yang alami antara property hotel dan servis akan menjadi semakin kritis. Mencoba untuk menandingi kesuksesan the Westin Heavenly Bed®, akan dibutuhkan peningkatan fokus pada pengembangan dan perbedaan produk/servis yang baru. Aktivitas-aktivitas tersebut tentunya memerlukan Information Technology (IT), teknologi memegang peranan penting dalam hal tersebut.

    Increasing Spending

      Dengan RevPAR, pengusaha hotel sekali lagi dapat melakukan investasi untuk masa depan mereka. Menurut studi IBM 2004 Global CEO, 83 persen dari survey yang dilakukan CEO akan difokuskan pada perkembangan penghasilan tiga tahun kedepan. Peningkatan apresiasi untuk kemampuan teknologi baru dan proses bisnis yang dapat mengontrol nilai bisnis sudah pasti akan meningkatkan penggunaan IT. Fokus pada investasi akan memungkinkan penambahan penghasilan, termasuk produk baru, servis baru, dan customer intimacy enhancement.

      Understanding the Customer (Mengertikan pelanggan)

        CRM di industri hospitality adalah program loyalty (kesetiaan) yang sangat besar, dengan nilai yang tergantung dari room nights dan pelanggan. Tentu saja CRM dapat mempertinggi pendapatan dan servis yang berbeda.

        Delivering Personalized Experiences

          Hal ini dapat mengontrol pendapatan, mempertinggi nilai tamu dan menambah daya tarik brand.

          Expanding Online Distribution (Memperluas distribusi online)

            Perusahaan-perusahaan besar lebih tertarik dengan online direct bookings. Dengan demikian, distribusi online perlu diperluas.

            Strengthening Brand value (Memperkuat nilai brand)

              Peningkatan kepemilikan dan ADR mendorong pengusaha hotel untuk menjadi bebas. Tidak hanya brands yang meningkatkan pencakupan wilayah ( didalam dan diluar industry hospitality), tetapi brand kuat yang penting untuk menjalankan pembukuan langsung secara online, untuk membedakan dan menghindari commodization, dan untuk menyediakan leverage yang melawan online intermediaries. Untuk lebih lanjut mempertinggi ikatan dan nilai brand investasi akan dibuat dalam portal brand atau franchisee, portal yang akan mempertinggi  dan mempersingkat proses dan pengiriman informasi

              Building Self-Service (Membangun pelayanan sendiri)

                Self service (Pelayanan sendiri) sekarang diterima sebagai jalan kehidupan pada industry penerbangan, sebagai tambahan akan ada kebutuhan yang sesuai, pendekatan multi channel pada self service, yang menyangkut web, kios, dan peralatan wireless

                Growing the Revenue Picture (Menumbuhkan gambaran penghasilan)

                  Pengusaha hotel akan meningkatkan akses permintaan untuk mendapatkan gambaran penghasilan yang diperlukan untuk mengatur usahanya.

                  Planning for The Future (Perencanaan  untuk masa depan)

                    Beberapa investasi harus dibuat secara hati2, menjamin ketepatan dan penyediaan flexibilitas, scalabilitas, dan adaptabilitas penting untuk mencapai kebutuhan mendatang dan perubahan yang lebih baik.

                    Sumber : www.hospitalityupgrade.com

                    Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Dapur

                    Januari 2, 2010 1 komentar

                    Kesehatan dan Keselamatan Kerja

                    di Dapur

                    by Dama Adhyatma

                    download the full version Tugas KSK – paper mandiri

                    BAB I

                    PENDAHULUAN

                    A. Latar Belakang

                    Di negara-negara maju, kesehatan dan keselamatan kerja selalu menjadi isu penting yang telah dimasukkan ke dalam undang-undang ataupun aturan-aturan yang mengikat. Pihak-pihak yang terlibat dalam lingkaran kerja pun secara konsisten menjalankan aturan yang telah diterapkan dengan penuh kesadaran. Sebaliknya, di negara-negara berkembang, isu kesehatan dan keselamatan kerja nampaknya masih menjadi hal yang kurang diperhatikan. Walaupun Indonesia telah memiliki undang-undang tentang keselamatan kerja, namun pelaksanaannya belum menjadi prioritas yang kadang-kadang diabaikan oleh perusahaan maupun pekerja.

                    Hal ini dibuktikan dengan masih tingginya kasus kecelakaan kerja yang terjadi di Indonesia. Berdasarkan data pengawasan norma ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans), pada 2006 terdapat 95.624 kasus kecelakaan kerja. Masih tingginya kasus kecelakaan kerja ini disebabkan karena belum optimalnya tingkat pemahaman dan kesadaran akan Kesehatan dan Keselamatan kerja baik di kalangan pelaku usaha maupun pekerja sendiri di tempat kerja.

                    Kesehatan dan Keselamatan kerja juga sangat diperlukan di industri pariwisata pada umumnya dan di hotel pada khususnya. Kecelakaan kerja dapat terjadi di kamar, bar, lobby, ruangan umum, restoran, bahkan dapur.

                    Dapur merupakaan tempat yang sangat rentan terhadap kecelakaan karena di dapur terdapat banyak peralatan dan perlengkapan yang sangat membahayakan apabila pekerja tidak mengetahui bagaimana cara menggunakan peralatan tersebut dengan benar dan aman misalnya pisau, gas, oven dan sebagainya.

                    Kecelakaan kerja di dapur dapat disebabkan oleh kondisi lingkungan yang tidak aman dan sehat, bencana, peralatan yang tidak memenuhi syarat, dan perilaku yang tidak aman dari pekerja. Salah satu penyebab perilaku yang tidak aman ini adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman dalam mewujudkan kesehatan dan keselamatan kerja di dapur. Berdasarkan hal tersebut di atas, penulis tertarik untuk menjelaskan mengenai cara mewujudkan kesehatan dan keselamatan kerja di dapur.

                    B. Rumusan Masalah

                    Dari latar belakang di atas maka permasalahan yang dapat ditarik yaitu bagaimanakah cara mewujudkan kesehatan dan keselamatan kerja di dapur?

                    C. Tujuan

                    Adapun tujuan penulisan paper ini adalah untuk mengetahui cara mewujudkan kesehatan dan keselamatan kerja di dapur.

                    D. Manfaat

                    Adapun manfaat dari penulisan paper ini diharapkan dapat dijadikan sebagai dasar pengetahuan dalam mewujudkan kesehatan dan keselamatan kerja di dapur sehingga kecelakaan yang mungkin terjadi dapat dicegah.

                    E. Metode Penulisan

                    Dalam hal ini, penulis menggunakan metode studi pustaka yaitu mempelajari data-data yang telah ada di buku maupun situs-situs di internet.

                    Hospitality Management : Planning of The Incredible Hotel and Resorts 2009

                    Tugas Pengantar Manajemen Hospitality

                    Perencanaan (Planning) Tahun 2009

                    The Incredible Hotel and Resorts


                    by : Dama Adhyatma


                    PENDAHULUAN

                    Gambaran Umum The Incredible Hotel and Resorts

                    The Incredible Hotel and Resorts didirikan pada tanggal 28 April 1997 oleh Dama Adhyatma yang berlokasi kawasan Bali Tourism Development Centre (BTDC) Nusa Dua, Bali.  The. Incredible Hotel and Resorts merupakan  hotel bintang lima (five star hotel). Adapun fasilitas-fasilitas yang disediakan di The  Incredible adalah :

                    1. Meeting Room, berlokasi di The Royal Ballroom dengan kapasitas 1100-1500 orang. Ruangan tersebut juga bisa disekat sampai 8 ruangan, yang mana setiap ruangan memiliki kapasitas sampai 20 orang atau lebih.
                    2. Bar and Restaurants, yaitu Balinesse Palace, King cold Bar, Ryoshii Javanese Restaurant, Dama’s International Restaurant, Western Bar.
                    3. Sport Centre and Health Club, antara lain : kolam renang, aerobic dan fitness centre, sauna, whirlpool, steam room, massage facilities dan spa.
                    4. Business Centre, yang memiliki fasilitas yang lengkap, antara lain fax, jasa sekretaris, 6 work station, 1 private office, dan fasilitas untuk rapat yang mempunyai kapasitas 10-15 orang.
                    5. Medical Facility, yang menyediakan jasa pelayanan medis.
                    6. Fasilitas parkir dan car rental.

                    The Incredible Hotel and Resorts memiliki kapasitas kamar sebanyak 450 kamar. Baca selengkapnya…

                    Tugas Pengantar Ekonomi Bisnis – Sistem Ekonomi

                    Januari 1, 2010 13 komentar

                    SISTEM EKONOMI

                    by Dama

                    Pengertian Sistem Ekonomi

                    Sistem perkonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.

                    Kegiatan pemenuhan kebutuhan manusia meliputi kegiatan konsumsi, produksi dan distribusi. Ketiga kegiatan di atas dibisa dipisahkan, sehingga ketiganya membentuk suatu sistem baru yang disebut sistem ekonomi. Sistem ekonomi adalah :

                    Baca selengkapnya…

                    Tugas Sosiologi Pariwisata – Analisis Masalah Pariwisata dengan Teori Sosiologi

                    Oktober 31, 2008 5 komentar

                    Warga Tolak Pengerukan Pasir Laut di Pantai Geger

                    Harian Kompas, Jumat, 5 September 2008 | 01:10 WIB
                    Denpasar, Kompas – Warga Pantai Geger dan Sawangan, Kabupaten Badung, Bali, dan sejumlah kampung di sekitarnya menolak kebijakan pemerintah kabupaten yang mengizinkan pengerukan pasir laut di kawasan itu. Alasannya, pengerukan itu akan mengganggu usaha rumput laut ratusan keluarga petani setempat.

                    Alasan lain adalah pengerukan pasir laut akan menghancurkan terumbu karang, menimbulkan abrasi yang menghancurkan garis pantai, dan berpotensi menghanyutkan unsur hara penyubur rumput laut.

                    Hal itu dikemukakan Kepala Desa Adat (Bendesa) Pemingeh, Wayan Lemes di Sawangan, Kuta Selatan, Kamis (4/9).

                    Desa Adat Pemingeh berpenduduk 545 kepala keluarga atau sekitar 3.000 jiwa yang meliputi Banjar Geger dan Banjar Sawangan. Sebanyak 90 persen warganya bertani rumput laut.

                    Menurut Lemes, tokoh warga Pemingeh akhir Agustus membuat pernyataan menolak pengerukan pasir laut. Namun, proyek tersebut tetap berjalan.

                    Wayan Kunci (38), petani rumput laut di Pantai Geger, berharap pemerintah membatalkan rencana pengerukan pasir laut.

                    Tony Akwang, pedagang rumput laut dari Jakarta yang ditemui di Pantai Geger, juga menyayangkan kebijakan pemerintah mengizinkan pengerukan pasir laut mengingat mutu rumput laut di daerah itu sangat istimewa.

                    Kepala Balai Wilayah Sungai Bali-Penida yang menjadi salah satu pimpinan proyek pembangunan penangkap pasir di Pantai Kuta, Ray Yusha, menyatakan, pihaknya tidak sepakat dengan penggunaan kata pengerukan.

                    ”Kami hanya mengisap pasir dari dasar laut sedalam 30-40 sentimeter. Proyek ini tetap akan dijalankan karena persyaratan prosedural sudah dilakukan, termasuk soal analisis mengenai dampak lingkungan,” kata Ray.

                    Pasir akan digunakan untuk menguruk Pantai Kuta yang terkena abrasi parah sepanjang 7 kilometer, mulai dari samping Bandara Ngurah Rai hingga depan Hotel Hard Rock, Kuta. Proyek itu direncanakan sejak pertengahan 2003. (BEN/ANS)


                    Analisis Masalah Dengan Teori-Teori Sosiologi

                    1. Teori Konflik

                    Teori konflik memberikan konsep “Economic Mode of Pruduction”. Menghasilkan kelas yang mengeksploitasi dan kelas yang tereksploitasi. Dalam masalah pengerukan pantai Geger ini, yang merasa tereksploitasi adalah warga desa adat Peminggeh yang meliputi Banjar Geger dan Banjar Sawangan. Warga menyatakan menolak pengerukan pasir laut di pantai Geger itu akan mengganggu usaha rumput laut mereka. Pengerukan pasir laut juga akan menghancurkan terumbu karang, menimbulkan abrasi yang menghancurkan garis pantai, dan berpotensi menghanyutkan unsur hara penyubur rumput laut. Oleh karena itu, warga sangat tidak setuju jika pemerintah kabupaten badung mengizinkan pengerukan pasir laut di pantai Geger.

                    Di lain pihak, menurut pandangan warga, kelas yang mengeksploitasi adalah pemerintah kabupaten badung yang mengizinkan pengerukan pasir laut di pantai Geger tersebut. Namun, Kepala Balai Wilayah Sungai Bali-Penida yang menjadi salah satu pimpinan proyek pembangunan penangkap pasir di Pantai Kuta, Ray Yusha menyatakan pihaknya akan tetap melakukan penghisapan pasir di dasar laut sedalam 30-40 cm karena pasir tersebut akan digunakan untuk menguruk Pantai Kuta yang terkena abrasi parah sepanjang 7 kilometer, mulai dari samping Bandara Ngurah Rai hingga depan Hotel Hard Rock. Menurutnya, proyek tersebut sudah sesuai dengan persyaratan procedural dan analisis mengenai dampak lingkungan.

                    Dari permasalahan tersebut dapat kita simpulkan bahwa terjadi konflik antara masyarakat/warga desa adat Peminggeh dengan pemerintah/instansi terkait serta adanya masalah dominasi dan subordinasi.

                    2. Teori Pertukaran dan Pilihan Rasional

                    Menyebutkan bahwa faktor utama yang menentukan prilaku manusia adalah motivasi terhadap benefit/keuntungan. Masalah ini dapat di kaji melalui dua sudut pandang yang berbeda.

                    Jika dilihat dari sudut pandang pemerintah/instansi terkait, dilakukannya penghisapan pasir laut di pantai Geger dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan berupa kelestarian pantai Kuta dan keuntungan lain yang bisa dilihat dalam jangka panjang, misalnya pariwisata di Kuta akan tetap eksis sehingga membawa dampak yang baik terhadap perekonomian Negara. Benefit/keuntungan lain yang mungkin akan di dapat yaitu berupa simpati warga, dan sebagainya.

                    Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang warga, aksi penolakan dilakukan untuk memperoleh keuntungan berupa usaha rumput laut mereka akan tetap eksis dan tidak terganggu, terumbu karang tidak hancur, dan tidak terjadi abrasi di pantai Geger.

                    Masalah ini dapat diselesaikan dengan memilih salah satu pemecahan yang baik, yakni tetap melakukan pengerukan pasir atau tidak melakukannya. Pengerukan pasir laut di pantai Geger ini perlu ditinjau kembali dan dikaji menurut dampak-dampaknya agar menjadi lebih jelas dan transparan. Jangan sampai memperbaiki satu pantai dengan merusak pantai lainya. Apalagi jika melakukan pengerukan pasir tersebut dengan tujuan komersil atau dijual ke Negara lain. Menurut saya pengerukan pasir di pantai Geger ini perlu dihentikan, karena akan tambah merusak alam dan lingkungan.

                    Ikuti

                    Get every new post delivered to your Inbox.