Arsip

Posts Tagged ‘pariwisata’

Implikasi Pariwisata Terhadap Perkembangan Bahasa Dan Kebudayaan Indonesia

Januari 2, 2010 1 komentar

IMPLIKASI PARIWISATA TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA DAN KEBUDAYAAN INDONESIA

Latar Belakang

Pariwisata merupakan salah satu sektor pembangunan yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah. Hal ini disebabkan pariwisata mempunyai peran yang sangat penting dalam pembangunan Indonesia khususnya sebagai penghasil devisa negara di samping sektor migas.
Tujuan pengembangan pariwisata di Indonesia terlihat dengan jelas dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1969, khususnya Bab II Pasal 3, yang menyebutkan “Usaha-usaha pengembangan pariwisata di Indonesia bersifat suatu pengembangan “industri pariwisata” dan merupakan bagian dari usaha pengembangan dan pembangunan serta kesejahtraan masyarakat dan Negara” (Yoeti, 1996: 151).

Berdasarkan Instruksi Presiden tersebut, dikatakan bahwa tujuan pengembangan pariwisata di Indonesia adalah:

  1. Meningkatkan pendapatan devisa pada khususnya dan pendapatan negara dan masyarakat pada umumnya, perluasan kesempatan serta lapangan kerja, dan mendorong kegiatan-kegiatan industri penunjang dan industri-industri sampingan lainnya.
  2. Memperkenalkan dan mendayagunakan keindahan alam dan kebudayaan Indonesia.
  3. Meningkatkan persaudaraan/persahabatan nasional dan internasional.

Dalam tujuan di atas, jelas terlihat bahwa industri pariwisata dikembangkan di Indonesia dalam rangka mendatangkan dan meningkatkan devisa negara (state revenue). Dengan kata lain, segala usaha yang berhubungan dengan kepariwisataan merupakan usaha yang bersifat komersial dengan tujuan utama mendatangkan devisa negara.

Di samping itu, pengembangan kepariwisataan juga bertujuan untuk memperkenalkan dan mendayagunakan keindahan alam dan kebudayaan Indonesia. Ini berarti, pengembangan pariwisata di Indonesia tidak telepas dari potensi yang dimiliki oleh Indonesia untuk mendukung pariwisata tersebut. Indonesia memiliki keragaman budaya yang sangat menarik. Keragaman budaya ini dilatari oleh adanya agama, adat istiadat yang unik, dan kesenian yang dimiliki oleh setiap suku yang ada di Indonesia. Di samping itu, alamnya yang indah akan memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik itu alam pegunungan (pedesaan), alam bawah laut, maupun pantai.

Kebudayaan Indonesia agar bisa dinikmati sebagai daya tarik bagi wisatawan memerlukan sarana pengungkap. Artinya, agar orang lain memahami kebudayaan Indonesia diperlukan suatu alat pengungkap yang mampu mendeskripsikan kebudayaan itu secara utuh. Alat pengungkap kebudayaan itu tiada lain bahasa, yang dalam hal ini adalah bahasa Indonesia.
Kebudayaan dalam arti luas sebagai hasil cipta karsa dan karya manusia tentu akan terus berkembang seiring dengan perkembangan peradaban manusia dan perkembangan zaman. Oleh karena itu, pesatnya perkembangan pariwisata di Indonesia juga membawa implikasi terhadap perkembangan kebudayaan Indonesia termasuk perkembangan bahasa Indonesia sebagai sarana pengungkap kebudayaan Indonesia.

download full version Tugas SPR – Paper

Career in Hospitality Industry

Career in Hospitality Industry
by : Dama Adhyatma


Industri hospitaliti merupakan sebuah industri yang abstak dan tidak bisa didefinisikan secara mutlak. Semua hal yang menghasilkan produk berupa keramah-tamahan merupakan bagian dari industri hospitaliti, misalnya hotel, restaurant, airlines, kapal pesiar dan masih banyak lagi. Industri hospitaliti merupakan industri yang berkembang dengan pesat di berbagai negara di dunia.

Menurut World Travel dan Tourism Council,  pekerjaan travel dan tourism, termasuk industri hospitaliti, merupakan 8 persen dari seluruh pekerjaan yang ada di dunia dan berpotensi yang paling tinggi untuk berkembang dibandingkan dengan industri lainnya.  Menurut laporan, setiap tahunnya terdapat 840 juta lebih wisatawan yang berpergian atau berwisata. Ekonomi, sosial, dan lingkungan sangat menunjang untuk menciptakan pekerjaan yang tetap dan kehidupan yang berkualitas.

Karena industri hospitaliti sangatlah luas, kesempatan karier di industri hospitaliti sangatlah banyak, meliputi :

  1. Hotel dan resorts
  2. Restaurant dan commercial food service
  3. Perencanaan meeting dan event
  4. Tourism destinations dan Attractions
  5. Leisure, tempat wisata dan manajemen olah raga (sports management)
  6. Perusahaan penerbangan (airlines), kapal pesiar (cruiselines), dan transportasi lainnya
  7. Environmentally sustainable dan cultural tourism development
  8. Spa and wellness management
  9. Gaming, casinos dan clubs

Contoh karier yang paling sering kita temui di industri hospitaliti misalnya housekeeping. Industri hospitaliti tidak lagi memerlukan seseorang yang hanya bisa membersihkan tempat tidur dan toilet saja. Sebagai staff housekepping (housekeeper) dibutuhkan keterampilan yang baik dan ditunjang dengan bahasa Inggris yang lancar. Seorang housekeeper kini harus bisa melakukan berbagai tugas. Disamping membersihkan kamar/ruangan, mereka juga harus bisa membersihkan kebun, mengerjakan laundry, bahkan berhubungan langsung dengan para tamu. Saat ini, sudah banyak housekeeper yang memiliki pengalaman, ketrampilan, dan pengetahuan untuk menjalankan divisi kamar dengan baik. Housekeeping terdapat di hampir semua sektor industri hospitaliti. Karena itu, kesempatan kerja bagi seorang housekeeper sangatlah besar. Oleh sebab itu, diperlukan ketrampilan, pengetahuan, dan menguasai bahasa inggris agar dapat bersaing dan menjadi seorang housekeeper yang berwawasan global.

Contoh lain yang sering kita temui dan terdapat di hampir semua industri hospitaliti adalah kitchen stewarding atau pembantu dapur. Tugas mereka yang bekerja sebagai kitchen steward adalah membersihkan piring dan perlengkapan lainnya, mengontrol inventaris, memelihara kehigenisan dan kualitas dapur, dan lain sebagainya. Tidak banyak keterampilan yang harus dimiliki seorang steward, hanya saja seorang steward wajib memiliki sikap/attitude yang baik sehingga dapat melakukan tugasnya dengan baik

Sebagai industry yang luas, dinamis, dan berkembang, industri hospitaliti menyediakan kesempatan karier yang begitu besar kepada seseorang yang senang bekerja dengan orang lain. Industri hospitaliti berkembang di lingkungan yang persaingannya tinggi. Untuk itu, mereka yang ingin bekerja di industri hospitaliti penting untuk memiliki fondasi bisnis yang kuat dan kemampuan menservis pelanggan. Di industri hospitaliti, diperlukan seseorang yang dapat megetahui kebutuhan pelanggan dan menyediakan service yang diinginkan pelanggan.Yang tak kalah pentingnya adalah attitude atau sikap seseorang yang menentukan kesuksesannya di industri tersebut.

Cool Trend in Hospitality Industry

Trend in Hospitality Industry
translated by: Dama A

Industri hospitality telah mengalami perubahan yang sangat besar. Beberapa perubahan yang telah terjadi disebabkan oleh kemajuan teknologi, misalnya sift dari akses mainframe via dumb terminals dan green screen, hingga emphasis on above property application leveraging data dari satu sumber. Perubahan lainnya, yaitu peningkatan penggunaan internet. Dan tentu saja, kegiatan ekonomi dan geopolitik juga telah mempengaruhi industri hospitality.

Selanjutnya, semua teknologi dan proses peningkatan bisnis telah menyebabkan pengaruh yang amat besar dalam mengubah industri ini-real time access to inventory, transparansi across multiple channels, campaigns targeted with laser precision at niche segments, penukaran informasi operasional dan kunci prestasi – semua hal tersebut telah menyebabkan pengaruh yang amat sangat besar pada industri hospitality.

Tentu saja, perubahan tejadi terus menerus dan akan terjadi di masa yang akan datang. Artikel ini akan memeriksa dan membahas 10 tren yang diharapkan dapat mengubah industri hospitality di tahun 2005 dan di tahun-tahun mendatang.

Say “No” To Commoditization (Katakan tidak pada komoditisasi)

    Melihat kerabatnya pada peruahaan penerbangan, pengusaha hotel akan melakukan semua hal semampunya untuk menghindari komuditisasi. Mencakup dan mengembangkan perbedaan yang alami antara property hotel dan servis akan menjadi semakin kritis. Mencoba untuk menandingi kesuksesan the Westin Heavenly Bed®, akan dibutuhkan peningkatan fokus pada pengembangan dan perbedaan produk/servis yang baru. Aktivitas-aktivitas tersebut tentunya memerlukan Information Technology (IT), teknologi memegang peranan penting dalam hal tersebut.

    Increasing Spending

      Dengan RevPAR, pengusaha hotel sekali lagi dapat melakukan investasi untuk masa depan mereka. Menurut studi IBM 2004 Global CEO, 83 persen dari survey yang dilakukan CEO akan difokuskan pada perkembangan penghasilan tiga tahun kedepan. Peningkatan apresiasi untuk kemampuan teknologi baru dan proses bisnis yang dapat mengontrol nilai bisnis sudah pasti akan meningkatkan penggunaan IT. Fokus pada investasi akan memungkinkan penambahan penghasilan, termasuk produk baru, servis baru, dan customer intimacy enhancement.

      Understanding the Customer (Mengertikan pelanggan)

        CRM di industri hospitality adalah program loyalty (kesetiaan) yang sangat besar, dengan nilai yang tergantung dari room nights dan pelanggan. Tentu saja CRM dapat mempertinggi pendapatan dan servis yang berbeda.

        Delivering Personalized Experiences

          Hal ini dapat mengontrol pendapatan, mempertinggi nilai tamu dan menambah daya tarik brand.

          Expanding Online Distribution (Memperluas distribusi online)

            Perusahaan-perusahaan besar lebih tertarik dengan online direct bookings. Dengan demikian, distribusi online perlu diperluas.

            Strengthening Brand value (Memperkuat nilai brand)

              Peningkatan kepemilikan dan ADR mendorong pengusaha hotel untuk menjadi bebas. Tidak hanya brands yang meningkatkan pencakupan wilayah ( didalam dan diluar industry hospitality), tetapi brand kuat yang penting untuk menjalankan pembukuan langsung secara online, untuk membedakan dan menghindari commodization, dan untuk menyediakan leverage yang melawan online intermediaries. Untuk lebih lanjut mempertinggi ikatan dan nilai brand investasi akan dibuat dalam portal brand atau franchisee, portal yang akan mempertinggi  dan mempersingkat proses dan pengiriman informasi

              Building Self-Service (Membangun pelayanan sendiri)

                Self service (Pelayanan sendiri) sekarang diterima sebagai jalan kehidupan pada industry penerbangan, sebagai tambahan akan ada kebutuhan yang sesuai, pendekatan multi channel pada self service, yang menyangkut web, kios, dan peralatan wireless

                Growing the Revenue Picture (Menumbuhkan gambaran penghasilan)

                  Pengusaha hotel akan meningkatkan akses permintaan untuk mendapatkan gambaran penghasilan yang diperlukan untuk mengatur usahanya.

                  Planning for The Future (Perencanaan  untuk masa depan)

                    Beberapa investasi harus dibuat secara hati2, menjamin ketepatan dan penyediaan flexibilitas, scalabilitas, dan adaptabilitas penting untuk mencapai kebutuhan mendatang dan perubahan yang lebih baik.

                    Sumber : www.hospitalityupgrade.com

                    Tugas Sosiologi Pariwisata – Analisis Masalah Pariwisata dengan Teori Sosiologi

                    Oktober 31, 2008 5 komentar

                    Warga Tolak Pengerukan Pasir Laut di Pantai Geger

                    Harian Kompas, Jumat, 5 September 2008 | 01:10 WIB
                    Denpasar, Kompas – Warga Pantai Geger dan Sawangan, Kabupaten Badung, Bali, dan sejumlah kampung di sekitarnya menolak kebijakan pemerintah kabupaten yang mengizinkan pengerukan pasir laut di kawasan itu. Alasannya, pengerukan itu akan mengganggu usaha rumput laut ratusan keluarga petani setempat.

                    Alasan lain adalah pengerukan pasir laut akan menghancurkan terumbu karang, menimbulkan abrasi yang menghancurkan garis pantai, dan berpotensi menghanyutkan unsur hara penyubur rumput laut.

                    Hal itu dikemukakan Kepala Desa Adat (Bendesa) Pemingeh, Wayan Lemes di Sawangan, Kuta Selatan, Kamis (4/9).

                    Desa Adat Pemingeh berpenduduk 545 kepala keluarga atau sekitar 3.000 jiwa yang meliputi Banjar Geger dan Banjar Sawangan. Sebanyak 90 persen warganya bertani rumput laut.

                    Menurut Lemes, tokoh warga Pemingeh akhir Agustus membuat pernyataan menolak pengerukan pasir laut. Namun, proyek tersebut tetap berjalan.

                    Wayan Kunci (38), petani rumput laut di Pantai Geger, berharap pemerintah membatalkan rencana pengerukan pasir laut.

                    Tony Akwang, pedagang rumput laut dari Jakarta yang ditemui di Pantai Geger, juga menyayangkan kebijakan pemerintah mengizinkan pengerukan pasir laut mengingat mutu rumput laut di daerah itu sangat istimewa.

                    Kepala Balai Wilayah Sungai Bali-Penida yang menjadi salah satu pimpinan proyek pembangunan penangkap pasir di Pantai Kuta, Ray Yusha, menyatakan, pihaknya tidak sepakat dengan penggunaan kata pengerukan.

                    ”Kami hanya mengisap pasir dari dasar laut sedalam 30-40 sentimeter. Proyek ini tetap akan dijalankan karena persyaratan prosedural sudah dilakukan, termasuk soal analisis mengenai dampak lingkungan,” kata Ray.

                    Pasir akan digunakan untuk menguruk Pantai Kuta yang terkena abrasi parah sepanjang 7 kilometer, mulai dari samping Bandara Ngurah Rai hingga depan Hotel Hard Rock, Kuta. Proyek itu direncanakan sejak pertengahan 2003. (BEN/ANS)


                    Analisis Masalah Dengan Teori-Teori Sosiologi

                    1. Teori Konflik

                    Teori konflik memberikan konsep “Economic Mode of Pruduction”. Menghasilkan kelas yang mengeksploitasi dan kelas yang tereksploitasi. Dalam masalah pengerukan pantai Geger ini, yang merasa tereksploitasi adalah warga desa adat Peminggeh yang meliputi Banjar Geger dan Banjar Sawangan. Warga menyatakan menolak pengerukan pasir laut di pantai Geger itu akan mengganggu usaha rumput laut mereka. Pengerukan pasir laut juga akan menghancurkan terumbu karang, menimbulkan abrasi yang menghancurkan garis pantai, dan berpotensi menghanyutkan unsur hara penyubur rumput laut. Oleh karena itu, warga sangat tidak setuju jika pemerintah kabupaten badung mengizinkan pengerukan pasir laut di pantai Geger.

                    Di lain pihak, menurut pandangan warga, kelas yang mengeksploitasi adalah pemerintah kabupaten badung yang mengizinkan pengerukan pasir laut di pantai Geger tersebut. Namun, Kepala Balai Wilayah Sungai Bali-Penida yang menjadi salah satu pimpinan proyek pembangunan penangkap pasir di Pantai Kuta, Ray Yusha menyatakan pihaknya akan tetap melakukan penghisapan pasir di dasar laut sedalam 30-40 cm karena pasir tersebut akan digunakan untuk menguruk Pantai Kuta yang terkena abrasi parah sepanjang 7 kilometer, mulai dari samping Bandara Ngurah Rai hingga depan Hotel Hard Rock. Menurutnya, proyek tersebut sudah sesuai dengan persyaratan procedural dan analisis mengenai dampak lingkungan.

                    Dari permasalahan tersebut dapat kita simpulkan bahwa terjadi konflik antara masyarakat/warga desa adat Peminggeh dengan pemerintah/instansi terkait serta adanya masalah dominasi dan subordinasi.

                    2. Teori Pertukaran dan Pilihan Rasional

                    Menyebutkan bahwa faktor utama yang menentukan prilaku manusia adalah motivasi terhadap benefit/keuntungan. Masalah ini dapat di kaji melalui dua sudut pandang yang berbeda.

                    Jika dilihat dari sudut pandang pemerintah/instansi terkait, dilakukannya penghisapan pasir laut di pantai Geger dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan berupa kelestarian pantai Kuta dan keuntungan lain yang bisa dilihat dalam jangka panjang, misalnya pariwisata di Kuta akan tetap eksis sehingga membawa dampak yang baik terhadap perekonomian Negara. Benefit/keuntungan lain yang mungkin akan di dapat yaitu berupa simpati warga, dan sebagainya.

                    Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang warga, aksi penolakan dilakukan untuk memperoleh keuntungan berupa usaha rumput laut mereka akan tetap eksis dan tidak terganggu, terumbu karang tidak hancur, dan tidak terjadi abrasi di pantai Geger.

                    Masalah ini dapat diselesaikan dengan memilih salah satu pemecahan yang baik, yakni tetap melakukan pengerukan pasir atau tidak melakukannya. Pengerukan pasir laut di pantai Geger ini perlu ditinjau kembali dan dikaji menurut dampak-dampaknya agar menjadi lebih jelas dan transparan. Jangan sampai memperbaiki satu pantai dengan merusak pantai lainya. Apalagi jika melakukan pengerukan pasir tersebut dengan tujuan komersil atau dijual ke Negara lain. Menurut saya pengerukan pasir di pantai Geger ini perlu dihentikan, karena akan tambah merusak alam dan lingkungan.

                    Tugas Pengantar Pariwisata – Tourism Demand and Supply

                    Oktober 31, 2008 4 komentar

                    TOURISM DEMAND AND SUPPLY

                    A. Dampak Positif dan Negatif Masing-Masing Jenis Tourist / Tourism Demand

                    Ada 12 jenis tourist / tourism demand yaitu family, hedonistic, back packer, visiting friends and relatives, excursionist, educational tourist, religious tourist, snow bird, ethnic minority, disable tourist, social tourist dan short break market. Masing-masing jenis tourist memiliki dampak postitif dan dampak negatif yang dapat dijelaskan sebagai berikut.

                    1. Family

                    Family tourist atau tourist keluarga dapat terbagi atas keluarga kecil yang terdiri dari orang tua dan anak, maupun keluarga besar yang terdiri dari orang tua, anak, paman, bibi, kakek, nenek, dan yang lainnya. Tourist ini umumnya melakukan perjalanan pada waktu liburan sehingga mereka benar-benar ingin menikmati liburannya itu di suatu tempat yang mereka inginkan.

                    Dampak Positif :

                    1.) Memberikan keuntungan ekonomi secara langsung kepada hotel dan restaurant. Tourist jenis ini umumnya memerlukan kamar yang besar dan makanan yang lebih banyak. Dampak ekonomi tidak langsung dapat dirasakan oleh pedagang-pedagang di pasar karena permintaan terhadap barang/bahan makanan akan bertambah.

                    2.) Tourist jenis ini umumnya menggunakan travel agent untuk mengatur jadwal perjalanannya. Hal ini akan meningkatkan keuntungan travel agent tersebut, semakin banyak pula membutuhkan tenaga kerja sehingga secara tidak langsung dapat mengurangi pengangguran.

                    3.) Anak-anak biasanya menyukai tempat-tempat dan atraksi wisata, khususnya yang berjenis man-made, seperti waterboom, taman bermain, dan sebagainya sehingga tempat-tempat tersebut dapat berkembang dan memperoleh keuntungan.

                    4.) Memberikan keuntungan kepada perajin dan penjual souvernir atau oleh-oleh karena tourist jenis ini biasanya akan membeli kenang-kenangan untuk dirinya dan kerabatnya.

                    Dampak Negatif : Baca selanjutnya…

                    Tugas Antropologi Pariwisata – Medmedan

                    Oktober 31, 2008 1 komentar

                    Nama : Dama Adhyatma

                    Jurusan : BHP Smester 1

                    Nim. : 08101026

                    Tugas Antropologi Pariwisata

                    Tradisi Med-Medan

                    Med-medan berasal dari kata omed-omedan yang berarti tarik menarik. Tradisi ini berlangsung tepatnya di Banjar Kaja Sesetan wilayah Denpasar Selatan dan biasanya diselenggarakan satu hari setelah Nyepi yang disebut hari Ngembak Geni. Masyarakat awam sebelumnya hanya memandang med-medan hanya sebagai hiburan atau sebuah permainan , padahal banyak nilai ritual dan filosofis yang terkandung didalamnya. Nilai filosofis med-medan ada pada konsep pertemuan antara Purusha-Pradana (laki-laki dan perempuan) yang sangat jelas terlihat, yang menimbulkan adanya keseimbangan di alam semesta.

                    Tradisi ini berlangsung pada pkl. 15.30 wita tepat di depan Banjar Kaja Desa Adat Sesetan, dan sebelum acara dimulai terlebih dahulu dilakukan persembahyangan bersama. Peserta med-medam adalah pemuda dan pemudi dari empat tempekan dari Sekaa Teruna Satya Dharma Kerti, Banjar Kaja Sesetan yang berjumlah sekitar 200 orang. Sekaa Teruna dibagi menjadi dua kelompok putra dan putri, yang kemudian akan menunjuk salah satu anggotanya untuk berada di depan barisan, kemudian kedua kelompok akan saling bertemu dan merangkul, sedangkan anggota lainnya di belakang berusaha untuk menarik pasangan yang sedang berangkulan, sehingga antar kelompok akan saling tarik menarik (omed-omedan) disertai dengan guyuran air dan suara gamelan baleganjur semakin menambah semangat dan kegembiraan para peserta.

                    Med-medan dulunya hanyalah sebuah kebiasaan. Tetapi belakangan oleh krama Banjar Kaja Sesetan dijadikan acara yang sakral. Munculnya med-medan bermula dari sembuhnya seorang sesepuh Puri Oka Sesetan, AA Made Raka dari suatu penyakit.

                    Oleh karena menderita sakit, tokoh puri itu tidak menginginkan adanya keramaian (med-medan) di hari raya Nyepi. Tetapi krama banjar memberanikan diri membuatnya dengan segala risiko. Mendengar adanya keramaian, AA Made Raka berusaha mendatanginya. Tetapi aneh, sakit yang dideritanya sembuh seketika setelah menyaksikan acara tersebut. Dari situ muncul upaya tetap melaksanakan tradisi tersebut di Hari Raya Nyepi.

                    Belakangan–tepatnya pada zaman Belanda, med-medan sempat dilarang. Kendati demikian tidak menyurutkan krama untuk tetap melanjutkan tradisi unik tersebut. Kegiatan pun lantas dilangsungkan secara sembunyi-sembunyi. Dulu, med-medan dilangsungkan pada Hari Raya Nyepi. Tetapi sejak tahun 1979 agar tidak mengganggu pelaksanaan catur brata penyepian, med-medan akhirnya dilaksanakan pada Ngembak Geni.

                    Dikatakan, med-medan juga sempat ditiadakan karena ada penyimpangan berupa adegan ciuman. Tetapi peristiwa aneh pun terjadi. Sepasang babi yang tidak diketahui asal-muasalnya berkelahi di halaman Pura Banjar. Darah babi pun berceceran di mana-mana. Warga banjar yang melihat kejadian itu sertamerta melerainya, tetapi tak berhasil. Akhirnya, ada bawos agar med-medan tetap dilangsungkan. Begitu tradisi itu dilangsungkan, kedua ekor babi itu menghilang tanpa jejak. Darah yang tadinya terlihat membasahi tanah, hilang seketika. Sejak itulah krama tidak berani lagi meniadakan med-medan sehingga lestari sampai sekarang.